
Syaiful Anwar: Maestro Lampung. Sumber: tapislampung.com
Lampung punya banyak karya budaya yang kuat, dan “Sang Bumi Ruwa Jurai” adalah salah satu lagu paling ikonik. Lagu ini menjadi simbol persatuan antara masyarakat Pepadun dan Pesisir—dua identitas budaya Lampung. Di balik lagu itu ada sosok inspiratif: Syaiful Anwar, maestro Lampung yang karyanya terus dikenang.
Karya Lain dan Dedikasi
Selain “Sang Bumi Ruwa Jurai”, Syaiful Anwar juga dikenal lewat karya lainnya seperti Cangget Agung dan Zapin Tari Lampung. Komposisi-komposisinya bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upacara adat dan materi pengajaran seni budaya di sekolah-sekolah.
Menurut catatan komunitas Ulun Lampung (2013), Syaiful pernah berkata:
“Saya ingin generasi muda tetap mengenal bahasa dan budaya Lampung. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?”
Itulah dedikasi yang ia tanam selama hidupnya.
Kepergian yang Sepi, Warisan yang Terang
Meski Syaiful Anwar telah meninggal sekitar tahun 2014, karya-karyanya tetap hidup. Lagu-lagunya bergema di pertunjukan adat, di sekolah, dan di media sosial.
Walau raganya telah tiada, “Sang Bumi Ruwa Jurai” dan karya lainnya menjadi pengingat bahwa budaya Lampung bukan sesuatu yang lepas dengan waktu—ia tetap tumbuh dan berkembang.
Untuk cerita lengkap, termasuk sejarah lahirnya lagu-lagu, kehidupan penuh dedikasi maestro tersebut, dan bagaimana masyarakat Lampung merawat karya budaya ini, kamu bisa baca artikel lengkapnya di Tapislampung.com.
